Minggu, 04 Oktober 2020

Pilar-pilar Kebangkitan Umat : Kebangkitan Gerakan Dakwah ( Bagian 8 )

Toko Treninet Berkah
Advertisement (Klik Pada Gambar untuk Info Lebih Lanjut )

Baca Juga



 An-Nahdhatul Harakiyyah (Kebangkitan Gerakan Dakwah)

Kebangkitan umat mustahil akan terwujud tanpa diawali oleh kebangkitan gerakan dakwah. Diantara indikasi yang nyata dari kebangkitan gerakan dakwah ialah terwujudnya ta’biyah afaqiyah (mobilitas horizontal) dan ta’biyah ‘amudiyah (mobilitas vertikal).

Ta’biah al-afaqiyah (mobilitas horizontal) adalah bergulirnya dakwah kultural, yakni terjadinya penyebaran para pengemban dakwah ke berbagai kalangan dan lapisan masyarakat agar mereka menerima manhaj Islam serta produk-produk kebijakan yang islami. Sedangkan ta’biah al-amudiyah (mobilitas vertical) adalah bergulirnya dakwah struktural, yakni terjadinya penyebaran para pengemban dakwah ke berbagai lembaga yang menjadi mashadirul qarar (pusat-pusat kebijakan) untuk menerjemahkan konsep dan nilai-nilai Islam ke dalam kebijakan publik.

Dakwah harus mengisi setiap ruang sehingga seluruh aspek kehidupan masyarakat dapat terwarnai oleh nilai-nilai ajaran Islam. Oleh karena itu dakwah harus hadir di lingkungan masjid, pemukiman, pasar, sekolah, kampus, pabrik, perkantoran, dan lain-lain.

Diantara pedoman dan motivasi amaliyah dakwah adalah nash-nash berikut ini:

Beberapa firman Allah Ta’ala,

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?’” (QS. Fushilat, 54: 33)

Kalimat pertanyaan (istifham) dalam ayat ini mengandung makna peniadaan (nafy). Maka maknanya, tidak ada satupun yang lebih baik ucapan, langkah, dan kedudukannya di sisi Allah Ta’ala, daripada orang yang berdakwah di jalan-Nya.

قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Katakanlah: ‘Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik’”. (QS. Yusuf, 12: 108)

Tentang ayat di atas, Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata, “Tidaklah seseorang itu murni sebagai pengikut Muhammad sampai ia mau mendakwahkan apa-apa yang didakwahkan oleh beliau dengan dasar ilmu yang mendalam.”[17]

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran, 3: 104)

Tentang ayat ini Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Hendaklah ada di antara kalian sekelompok umat yang menunaikan perintah Allah untuk berdakwah kepada kebaikan dan amar ma’ruf nahi mungkar, sekalipun dakwah itu wajib pula bagi setiap individu Muslim.”

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

“Sebarkanlah oleh kalian (ilmu yang aku sampaikan), sekali pun satu ayat!” (HR. Bukhari)

Ibnu Hajar Al-Asqalani  rahimahullah berkata, “Dalam hadits ini Rasulullah mengatakan, ‘sekalipun satu ayat’. Tujuannya agar semua pendengar  dapat segera menyampaikan ayat-ayat yang telah didengarnya itu kepada orang lain, walaupun sedikit. Sehingga akan berkelanjutanlah penyampaian ayat-ayat yang didakwahkan oleh beliau.”[18]

لأ نْيَهْدِيَ اللَّهُ بِكَ رَجُلًا وَحِدًا خَيْرٌ لَكُمْ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ

“Allah memberikan hidayah kepada seorang manusia melalui perantaraanmu, hal itu lebih baik nilainya bagimu daripada mendapatkan unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الاَجْرِ مِثْلُ أُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنقُصُ ذَلِكَ مِنْ اُجُوْرِهِمْ شَيْأً

“Barangsiapa yang menyeru kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala-pahala orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi dari pahala-pahala mereka itu sedikitpun.” (HR. Muslim).

*****

Demikianlah pilar-pilar kebangkitan umat yang perlu disiapkan. Sungguh tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Ta’ala. Semoga Dia senantiasa menolong dan memampukan kita untuk mewujudkannya. Allahu Akbar wa lillahil hamd!

Terima Kasih, Anda telah membaca Pilar-pilar Kebangkitan Umat : Kebangkitan Gerakan Dakwah ( Bagian 8 )
Share This
Previous Post
Next Post

Terimakasih Anda telah membaca artikel, berita, materi, quiz dan lain-lain. Semoga bermanfaat bagi anda. Anda bebas copas dari web ini dengan mencantumkan link aslinya.

0 Comments:

Terima kasih telah membaca, mudah-mudahan apa yang anda baca ada manfaatnya. Dengan senang hati, jika anda berkomentar pada tempat yang disediakan dengan bahasa yang santun..