Minggu, 04 Oktober 2020

Pilar-pilar Kebangkitan Umat : Soliditas Organisasi Gerakan Dakwah ( Bagian 7 )

Toko Treninet Berkah
Advertisement (Klik Pada Gambar untuk Info Lebih Lanjut )

Baca Juga



 Al-Matanatut Tandzimiyyah (Soliditas Organisasi Gerakan Dakwah)

Gerakan kebangkitan umat membutuhkan tandzim dakwah yang kokoh; memiliki soliditas, daya tahan, dan imunitas terhadap berbagai goncangan. KH. Hilmi Aminuddin—seorang tokoh pergerakan Islam di Indonesia—dalam salah satu taujihnya menyebutkan bahwa untuk mewujudkan soliditas jama’ah dakwah, diperlukan adanya istiqrar (ketenangan atau kestabilan) yang meliputi:

Pertama, istiqraru nafsi (ketenangan dan stabilitas jiwa para kadernya) yang diraih dengan al-muta’alliqah billah (hubungan yang erat dengan Allah Ta’ala). Dengan begitu di dalam jiwanya senantiasa tertanam tsiqah kepada Allah Ta’ala, watsiqun binashrillah (yakin pada pertolongan Allah) dan kemenangan yang akan dianugerahkan dari-Nya. Berbagai tantangan dan tugas berat tidak akan membuatnya gelisah, karena semua itu selalu disandarkan kepada Allah Ta’ala.

Kedua, istiqraru a’ili (ketenangan dan stabilitas keluarga para kadernya) karena ia merupakan labinatun min labinaatul jama’ah, salah satu batu bata dari struktur jama’ah (organisasi dakwah) ini. Ikatan mahabbah fillah dalam keluarga para pengemban dakwah harus dibina di atas fondasi wihdatul aqidah (kesatuan aqidah), wihdatul fikrah (kesatuan pemikiran) dan wihdatul manhaj (kesatuan pedoman).

Ketiga, istiqraru ijtima’i (ketenangan dan stabilitas sosial para kadernya) dalam berkomunikasi dengan tetangga dan masyarakat di lingkungan sekitarnya. Mereka harus menjadi husnul jiran (tetangga yang baik) dan mampu memancarkan keteladanan. Dengan begitu  lingkungan di sekitarnya akan menjadi al-qaidah al-ijtima’iyah (basis sosial) bagi dakwah.

Keempat, istiqraru tandzimi (ketenangan dan stabilitas struktur organisasi), yakni bebas berbagai urusan internal. Tidak direpotkan oleh isu, gosip, kasak kusuk, dan friksi-friksi internal yang dapat menimbulkan kelemahan organisasi.

Kelima, istiqraru da’wi (ketenangan dan stabilitas aktivitas dakwah) sehingga tetap bisa berlangsung. Guncangan apa pun tidak membuatnya terguling; jebakan apapun tidak membuatnya terperosok; situasi apapun tidak membuatnya terkecoh.

Terima Kasih, Anda telah membaca Pilar-pilar Kebangkitan Umat : Soliditas Organisasi Gerakan Dakwah ( Bagian 7 )
Share This
Previous Post
Next Post

Terimakasih Anda telah membaca artikel, berita, materi, quiz dan lain-lain. Semoga bermanfaat bagi anda. Anda bebas copas dari web ini dengan mencantumkan link aslinya.

0 Comments:

Terima kasih telah membaca, mudah-mudahan apa yang anda baca ada manfaatnya. Dengan senang hati, jika anda berkomentar pada tempat yang disediakan dengan bahasa yang santun..